BPD KKLR Luwu Utara Gelar Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Banjir

oleh -36 Dilihat
oleh

Masamba, 13 Mei 2026 —BPD KKLR Luwu Utara bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Banjir di Aula La Galigo, Kantor Bupati Luwu Utara, Rabu (13/5/2026).

Seminar ini di rumuskan oleh BPD KKLR Luwu Utara, berikut Tim perumus hasil seminar terdiri dari Prof. Dr. Ir. Nurbaya Busthanul, Ir. Alauddin Sukri, Dr. Ir. H. Annas Boceng, Dr. Ir. Masyhur Syaifuddin, Hakim Bukara, Dr. Ir. Sukrimin, Muharram, Hj. Sitti Johar Karim Jaya, dan H. Wawan Sahaba.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 450 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa dan kecamatan, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerhati lingkungan, organisasi kemasyarakatan, penyuluh pertanian, hingga unsur pemerintah daerah.

Seminar nasional tersebut merupakan salah satu program prioritas BPD KKLR Luwu Utara periode 2025–2030 dalam mendorong penanganan bencana banjir yang lebih terencana, terpadu, dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Utara.

Ketua BPD KKLR Luwu Utara, Hj. Sitti Johar Karim Isjaya, menyampaikan bahwa persoalan banjir di Luwu Utara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Melalui seminar ini, kami berharap lahir langkah konkret dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat mitigasi serta mengurangi risiko bencana banjir di Luwu Utara,” ujar Hj. Sitti Johar Karim Isjaya,

Seminar dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Ihsan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut masyarakat, tokoh masyarakat, Bupati Luwu Utara, H. Andi Abdullah Rahim, Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, serta sejumlah akademisi dan narasumber nasional. Adapun ketua panitia seminar tersebut adalah Bapak DR. Masyhur syaifuddin MP.

Adapun narasumber seminar berasal dari berbagai lembaga nasional dan perguruan tinggi, di antaranya perwakilan BAPPENAS RI, BNPB, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, BBWS Pompengan–Jeneberang, serta akademisi dari Universitas Hasanuddin.

Diskusi yang berlangsung selama seminar menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis berdasarkan kewenangan pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.

Pada tingkat Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, forum merekomendasikan evaluasi tata ruang wilayah rawan banjir, pengendalian pembangunan di kawasan sempadan sungai, perluasan kawasan kolam retensi dan resapan air, peningkatan mitigasi berbasis masyarakat, serta sistem pembukaan lahan yang ramah lingkungan dan menjaga kawasan hutan maupun pegunungan.

“Dalam forum seminar kami juga merekomendasikan agar Seminar Nasional Kebencanaan dijadikan agenda tahunan sebagai ruang evaluasi dan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Luwu Utara.”

“Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, forum meminta adanya kebijakan khusus terkait pengelolaan tambang galian C di wilayah terdampak bencana guna mempercepat pengerukan sedimentasi sungai.”

“Sementara kepada Pemerintah Pusat dan kementerian terkait, seminar mendorong percepatan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa sabodam, penguatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), dukungan teknologi hidrologi, serta penyusunan grand design penanggulangan bencana yang holistik dan terpadu berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan.”ujar Akedemisi UnHas Wakil Rektor 4. prof adi Maulana

“Salah satu perhatian utama dalam seminar tersebut adalah belum optimalnya pembangunan infrastruktur pengendali banjir pascabanjir bandang Masamba. Dari rencana pembangunan lima unit sabodam, hingga saat ini baru satu unit yang terealisasi.”

“Melalui seminar nasional ini, BPD KKLR Luwu Utara berharap seluruh rekomendasi yang telah dirumuskan dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti secara nyata demi mengurangi risiko bencana banjir dan melindungi masyarakat di wilayah Luwu Utara.” ujar, Hj. Sitti Johar Karim Isjaya