GerbongNews.co.id – Polemik mengenai sumber dana kegiatan Gema Takbir Keliling 1003 Obor se- Kabupaten Luwu Tahun 2026 akhirnya dijelaskan oleh Ketua Pelaksana kegiatan Zainuddin, SE sapaan Akrab Ajis Portal.
Secara tegas Ajis mengatakan, bahwa seluruh dana kegiatan berasal dari sumbangan para hamba Allah, para dermawan, serta sponsor yang dengan sukarela memberikan dukungannya.
Ditambahkan, bahwa kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Malam 1 Syawal dan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M kali ini tidak menggunakan dana pungutan yang bersifat memaksa.
Selain itu, iapun menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sepenuhnya dilandasi niat ibadah dan semangat kebersamaan.
“Jadi dana kegiatan ini murni berasal dari sumbangan hamba Allah (Donatur), Para Dermawan, dan Pihak Sponsor yang dengan ikhlas membantu terselenggaranya kegiatan Gema Takbir Keliling 1003 obor ini, dan merupakan kegiatan yang ke 2 kalinya di Kabupaten Luwu” ujar Ajis saat memberikan keterangan kepada awak media. Kamis Malam, (12/3/26) sekira pukul 11:45 (WITA).
Selanjutnya, bahwa ia menjelaskan, kegiatan takbir keliling dengan 1003 obor bentuk kesadaran kolektif kita masyarakat yang berada di kabupaten luwu dan dirancang sebagai bentuk Syiar Islam serta momentum mempererat ukhuwah islamiyah di penghujung bulan suci Ramadhan.
Ajis juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya memikirkan kepentingan dunia semata, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat.
Menurutnya, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan menjadi tabungan di hari akhir, karena kita semua pasti akan mati. Jelas Ajis
“Kegiatan ini kan sudah hampir punah, dan terlupakan bagi umat Muslim. Jadi kita jangan hanya berpikir tentang membuat tabungan di dunia, tapi pikirkan juga tabungan kita di Yaumil Kiamat dan tidak ada seorangpun yang akan menyelamatkan kita selain diri kita sendiri, meskipun orang tua kita seorang Presiden atau Imam Masjid terpandang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut, selain mencari Cahaya Allah yang ada dalam Surat An-Nur ayat 35 Tentang Cahaya, kegiatan ini juga sejalan dengan pesan-pesan Al-Qur’an yang menekankan pentingnya amal pribadi. “Jelas dalam Al Quran, QS. Al-Muddatsir ayat 38, Allah SWT berfirman bahwa setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Sementara dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7–8, dijelaskan bahwa siapapun yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun akan melihat balasannya, dan siapapun yang mengerjakan keburukan sekecil apapun juga akan melihat balasannya” Tambah Pria Kelahiran Sorong Papua Barat ini yang dikenal Lantang dalam Mengkritisi.
ditambahkannya, bahwa kegiatan gema takbir dengan obor melambangkan cahaya keimanan dan semangat mencari ridha Allah SWT di penghujung Ramadhan. “Melalui 1003 Obor yang kita bawa bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga lambang cahaya iman untuk setiap ihsan yang beragama islam dalam mencari Cahaya Allah di akhir Ramadhan, karena kita tidak pernah akan tahu kepada siapa Allah SWT berikan Cahaya dan Rahmatnya itu kepada umatnya dan obor-obor itu siap menerangi Langit Malam di Ujung Ramadhan, sebagaimana Malam 1 Syawal 1447 H/2026 M dimana kita semua umat muslim telah berperang melawan Kebatilan dari diri kita sendiri. Karena harus menahan Lapar selama 30 Hari. Dan kalau pun tahun depan Allah SWT masih kasih kita kesempatan, atau saya napas untuk melanjutkan Syiar Islam itu satu kemuliaan dan terus kami jalankan. Sebagaimana dari 3 Hal yang banyak dari kita lupakan. Yaitu : 1. Iman, 2. Ihsan dan 3. Islam sebagai tiang yang menjadi pondasi setiap umat Muslim dan generasi kita kelak. Adapun kebutuhan teknis kegiatan Gema Takbir itu di peroleh dari Sumbangan Masyarakat (Hamba Allah) dan kalau amanah dijaga, ini bisa menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat. Tapi kalau disalahgunakan, maka itu justru menjadi beban yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak,” Jelasnya.
Selain itu, Panitia berharap kegiatan kali ini dapat menjadi momentum kebersamaan masyarakat Kabupaten Luwu dalam menyambut Malam 1 Syawal dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, persatuan, dan semangat meningkatkan amal ibadah dan mengajak masyarakat untuk menjaga niat dalam setiap kegiatan keagamaan. Agar setiap langkah yang dilakukan benar-benar menjadi ladang pahala dan cahaya yang menerangi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Sekedar di ketahui, kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu, dalam Hal ini Bapak Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag dan Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, SH, dan jajarannya, Pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Luwu, Pengurus Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Tana Luwu, Dewan Pengurus Pusar Solidaritas Islam Luwu Raya (SILU RAYA) dan Pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Luwu, yang didukung langsung beberapa Media Patner pada Event ini. (Redaksi)






