M Rifky Kribo: Perjuangkan Provinsi Luwu Raya, Ingatkan Polres Luwu Jalankan Fungsi Pengamanan Tanpa Represi

oleh -35 Dilihat
oleh

BELOPA, LUWU – 23 Januari 2026 – Aktivis muda Luwu, M. Rifky Kribo, mengeluarkan pernyataan sikap tegas menjelang pergerakan massa Aliansi Wija To Luwu yang menuntut percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Dalam pernyataannya, Rifky mendesak aparat Kepolisian Resor (Polres) Luwu untuk tetap tegak lurus pada tugas dan fungsinya sebagai pelindung rakyat.

Rifky Kribo menekankan bahwa aspirasi mengenai Provinsi Luwu Raya adalah cita-cita besar dan harga diri masyarakat di empat kabupaten/kota Luwu Raya. Oleh karena itu, kehadiran polisi di lapangan seharusnya menjadi penjamin keamanan, bukan sumber ketakutan bagi massa aksi.

“Kami meminta kepada jajaran Polres Luwu untuk terus mengedepankan tugas dan fungsi kepolisian yang presisi. Masyarakat yang turun ke jalan adalah rakyat yang sedang memperjuangkan hak konstitusionalnya demi pemekaran Provinsi Luwu Raya. Jangan sampai ada tindakan represif sekecil apa pun terhadap massa aksi,” tegas M. Rifky Kribo dalam rilisnya, Jumat (23/01/2026).

Rifky menambahkan bahwa setiap personel yang bertugas di lapangan wajib memahami psikologi massa yang sedang berjuang demi masa depan daerahnya. Ia mengingatkan agar SOP pengamanan tetap merujuk pada prinsip Humanis dan Persuasif sesuai dengan undang-undang.

Poin-poin utama desakan M. Rifky Kribo kepada Polres Luwu:

Fungsi Pelayanan: Aparat diharapkan mengawal jalannya aksi dari titik kumpul hingga lokasi tujuan dengan memberikan rasa aman kepada peserta aksi.

Zero Repression: Menghimbau Kapolres Luwu untuk memastikan tidak ada penggunaan alat pengamanan yang berlebihan (seperti gas air mata atau kekerasan fisik) selama massa aksi tetap dalam koridor damai.

Penghormatan Hak Demokrasi: Mengingatkan bahwa perjuangan Provinsi Luwu Raya adalah murni gerakan moral rakyat yang dilindungi oleh UU No. 9 Tahun 1998.

Waspada Provokator: Meminta kepolisian bekerja sama dengan koordinator lapangan untuk menyaring pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi demi tujuan kerusuhan.

“Perjuangan Luwu Raya adalah perjuangan harga diri. Kami datang dengan damai, membawa harapan masyarakat. Kami berharap Polres Luwu berdiri bersama rakyat untuk menjaga agar aksi ini berjalan tertib hingga tujuan kami tercapai tanpa ada tindakan kekerasan,” tutup Rifky.

Aliansi Wija To Luwu dijadwalkan akan terus mengawal isu ini hingga mendapatkan respon konkret dari pemerintah pusat, dengan tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Luwu selama aparat kepolisian mampu bertindak profesional.