Merajut Tali Kasih, Keluarga Besar Wija La Manggile Opu Pantunru Ri Luwu Dulung Ri Pitumpanua Opu Pawelai Suli Gelar Silaturahmi dan Pelestarian Adat di Luwu

oleh -46 Dilihat
oleh

LUWU, Gerbongnews.co.id – Ratusan anggota Keluarga Besar Wija La Manggile Opu Pantunru Ri Luwu Dulung Ri Pitumpanua Opu Pawelai Suli Gelar Silaturahmi dari berbagai daerah berkumpul dalam suasana hangat dan khidmat pada acara Akkio Bunting dan Tudang Sipulung (duduk bersama) di Dusun Murante, Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sabtu (30/5/2026).

Tarian tradisional Sanggar seni Al Mannan Suli
Tarian tradisional Sanggar seni Al Mannan Suli

Momentum ini menjadi bukti kuatnya ikatan kekeluargaan dan pelestarian nilai budaya leluhur.

Ketua Panitia Pelaksana, Capt. Andi Unru Baso, S, M, M. Mar ( Opu To Mannanungang ), dalam sambutannya menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni/seremonial belaka. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi.

“Melalui sambutan dan petuah adat istiadat hari ini, kita tidak hanya menyambung silaturahmi yang mungkin sempat merenggang karena jarak, tetapi juga menanamkan kembali nilai-nilai sipakatau (saling menghormati) dan sipakainge (saling mengingatkan) kepada generasi penerus kita,” ujar Andi Unru Baso sapaan Andi Ubas dan menjabat anggota DPR-RI dari Partai Gerindra dalam pidato pembukaannya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan leluhur oleh pemangku adat setempat, yang mengingatkan seluruh keluarga besar untuk selalu menjaga nama baik dan saling mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka.

Acara ditutup dengan tradisi Mappalanca (saling bersalam-salaman) yang diiringi lantunan tarian tradisional Sanggar seni Al Mannan Suli, sesi foto bersama seluruh anggota keluarga besar, makan bersama, sembari bernyanyi lagu sesuai format masing – masing.

Sementara undangan yang diedarkan oleh panitia pelaksana kurang lebih 500, namun yang datang mencapai kurang lebih 700 orang. Tentu kegiatan ini ditandai dengan pujian yang sangat meriah dan hikmah.

Pelestarian budaya dalam ajang silaturahmi ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan nilai kearifan lokal bagi keluarga besar Wija La Manggile Opu Pantunru Ri Luwu Dulung Ri Pitumpanua Opu Pawelai Suli

Dulunya Wilayah kekuasaan La Manggile, dalam Jejak Perdagangan Nusantara di Asia Tengah pada Masa Kuno, Wilayah ini adalah menjadi pusat perdagangan atau tempat persinggahan para pelaku bisnis sebagaimana dikutip melalui Kompasiana.com. (Lap. Anbasji)