Luwu, Gerbongnews.co.id – Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Daerah (KDH), pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR), anggota DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten/Kota, tokoh Kedatuan Luwu, pengurus organisasi mahasiswa, serta tokoh masyarakat dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo menggelar silaturahmi bersama Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, serta anggota DPR RI, Dr. Taufan Pawe. Acara ini dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, (Kamis, 12/02/2026)
Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi dan pertukaran pandangan terkait perkembangan wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Tana Luwu.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menjelaskan bahwa secara administratif pemerintah pusat saat ini masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah. Moratorium tersebut mencakup sekitar 374 usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) di seluruh Indonesia.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama Komisi II DPR RI sedang mendorong penyelesaian dua regulasi penting, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penataan Daerah dan Desain Besar Penataan Daerah. Kedua regulasi tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang menjadi dasar dalam proses penataan dan pemekaran wilayah ke depan.
“Proses ini sedang berjalan di tingkat pemerintah pusat. Penyusunan regulasi tersebut menjadi langkah penting sebelum kebijakan terkait pemekaran daerah dapat dipertimbangkan lebih lanjut,” jelasnya.
Melalui momentum silaturahmi ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyikapi dinamika terkait rencana pembentukan DOB secara arif dan bijaksana. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta tidak menimbulkan gejolak yang dapat merugikan semua pihak.
Para tokoh yang hadir juga sepakat bahwa stabilitas daerah sangat penting untuk mendukung keberlanjutan program pembangunan yang sedang berjalan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di kawasan Tana Luwu.
Dengan suasana yang penuh kekeluargaan, pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi berbagai isu strategis pembangunan daerah ke depan.






